Berdoa

Berdoa
Doa Hari ini

Kamis, 22 Januari 2015

Perpajakan Lanjutan (Kumpulan Soal UAS) Ganjil 14/15 UNB




Soal Studi Kasus


A.  Riski adalah WP dalam negeri. Data mengenai diri Riski, penghasilan dan 
      hal-hal lain yang berhubungan dengan kewajiban perpajakan diuraikan 
      berikut ini :
  1. Data diri WP
  1. NPWP : 04,609,321,2,542,000
  2. Nama WP : Riski
  3. Alamat : Jl. Monjali No. 70 Bogor
  4. Kelurahan / Kecamatan : Caringin / Gunung Geulis
  5. Kota / Kode pos : Bogor / 16543
  6. Pekerjaan : Pegawai tetap PT. NS
  7. Alamat kantor : Jl. Kaliurang No. 450 Bogor
  8. No. Telp/Fax. : 0251-8860987

  1. Penghasilan
  1. Sebagai pegawai PT. Ns
  1. gaji per-bulan Rp. 2.500.000,-
  2. Tunjangan-tunjangan perbulan Rp. 3.700.000,-
  3. Honorarium & imbalan lain Rp. 500.000,-
  4. subsidi Premi asuransi kematian &
Kecelakaan kerja dr pemberi kerja 3% dari gaji pokok
  1. Bonus akhir tahun 2007 4 kali gaji pokok
  2. Tunjangan hari raya tahun 2007 2 kali gaji pokok
Pajak penghasilan pasal 21 ditanggung oleh masing-masing pegawai, iuran pensiun, dan iuran jaminan hari tua yang ditanggung pegawai sebesar 5 % mdari gaji pokok.
Bukti pemotongan Pph pasal 21 sebagai pegawai tetap (Formulir 1721-A1) dari pemberi kerja terlampir.

  1. Penghasilan lain-lain :
  1. Menerima bagian laba (dividen) dari PT. DA sebesar Rp. 12.000.000,- (bukti pemotongan Pph Pasal 23 terlampir)
  2. Menerima bagian laba dari CV permata sebesar Rp. 3.750.000,-
  3. menerima bunga atas simpanan pada Koperasi Makmur setiap bulan Rp. 200.000,- kecuali bulan Desember sebesar Rp. 500.000,- (bukti pemotongan Pph Pasal 23 terlampir)
  4. Menerima uang tunai sebesar Rp. 150.000.000,- dari penjualan 15.000 lembar saham PT. PB (diperdagangkan di Bursa Efek) nominal Rp. 4.000,- per lember (bukti pemotongan Pph terlampir)
  5. Memperoleh hadiah penghargaan sebesar Rp. 5.000.000,- dari STM Research Award (bukti pemotongan Pph Pasal 21 terlampir)
  6. Menerima uang tunai dari penjualan tanah dan bangunan Rp. 220.000.000,- NJOP PBB Rp. 190./000.000,- (SPP terlampir)

  1. Harta dan Kewajiban
  1. Tanah tempat seluas 800 m2, dibeli tahun 2002 senilai Rp. 500.000.000,-
  2. Rumah tinggal seluas 500 m2 selesai dibangun tahun 2003 senilai Rp. 600.000.000,-
  3. Mobil kijang innova tahun 2004, dibeli tahun 2005 senilai Rp. 180.000.000,-
  4. Mobil sedang toyota Great corolla tahun 1996 dibeli tahun 2007 senilai Rp. 65.000.000,-
  5. tanah kavling seluas 1.000 m2 dibeli tahun 2006 senilai Rp. 800.000.000,-

  1. Lain-lain
  1. Membayar zakat ke BAZIZ sebesar Rp. 2.550.000,-
  2. mempunyai tanggungan isteri, bekerja pada Univ. Negeri Bogor dengan memperoleh penghasilan yang telah dipotong Pph pasal 21 oleh pemberi kerja (lampiran SPT 1721-A2 dari pemberi kerja terlampir)
  3. mempunyai tanggungan 2 anak masing-masing kelas 1 SD dan kelas 1 SMP.


DIMINTA :
DOWNLOAD lah dan DIBAWA SAAT UJIAN Formulir 1721 – A1 (SPT Tahunan Pph pasal 21), Formulir Bukti Pemotongan Pph Pasal 23, Formulir Bukti Pemotongan Pph Final Pasal 23, Formulir Bukti Pemungutan Pph Penjualan Saham dan atau obligasi yang diperdagangkan di bursa efek (Final), Formulir Bukti pemotongan PPh pasal 21l, Formulir SSP, Formulir 1770 S, Formulir 1770 S – 1, dan Formulir 1770 S – II, kemudian lakukanlah pengisian SPT Tahunan Pph Wajib Pajak orang Pribadi yang tidak melakukan usaha atau pekerjaan bebas pada Formulir – formulir yang anda sudah bawa.


B.    Davina adalah WP dalam negeri. Data mengenai diri Riski, penghasilan 
        dan hal-hal lain yang berhubungan dengan kewajiban perpajakan 
        diuraikan berikut ini :
  1. Data diri WP
  1. NPWP : 04,512,202,2,504,000
  2. Nama WP : Davina
  3. Alamat : Jl. Pendurungan No. 70 Bandung
  4. Kelurahan / Kecamatan : Pendurungan tengah / Pendurungan
  5. Kota / Kode pos : bandung / 17345
  6. Pekerjaan : Pegawai tetap pada Universitas Padjajaran
  7. Alamat kantor : Jl. Arteri No. 100 Bandung
  8. No. Telp/Fax. : 022 - 654378

  1. Penghasilan
  1. Sebagai pegawai pada UNPAD
  1. gaji per-bulan Rp. 1.300.000,-
  2. Tunjangan-tunjangan perbulan Rp. 400.000,-
  3. Honorarium & imbalan lain Rp. 500.000,-
  4. Tunjangan hari raya tahun 2007 1 kali gaji pokok
Pajak penghasilan pasal 21 ditanggung oleh masing-masing pegawai, iuran pensiun, dan iuran jaminan hari tua yang ditanggung pegawai sebesar Rp. 60.000,- per bulan.
Bukti pemotongan Pph pasal 21 sebagai pegawai tetap (Formulir 1721-A1) dari pemberi kerja terlampir.

  1. Penghasilan lain-lain :
  1. Menerima Bunga deposito dari Bank BNI sebesar Rp. 2.000.000,- (bukti pemotongan Pph terlampir)
  2. Memperoleh hadiah undian dari Bank BNI berupa 1 unit mobil Avanza senilai Rp. 160.000.000,- (bukti pemotongan Pph Pasal 21 terlampir)


  1. Harta dan Kewajiban
  1. Tanah tempat seluas 500 m2, dibeli tahun 2000 senilai Rp. 500.000.000,-
  2. Rumah tinggal seluas 200 m2 selesai dibangun tahun 2001 senilai Rp. 200.000.000,-
  3. 1 unit Mobil avanza diperoleh tahun 2007 senilai Rp. 160.000.000,-
  4. 2 unit sepeda motor dibeli tahun 2004 masing-masing senilai Rp. 10.000.000,- dan Rp. 12.000.000,-
  5. Deposito di Bank BNI senilai Rp. 50.000.000,- dengan jangka waktu jatuh tempo 6 bulan, bunga deposito 8 % setahun tertanggal 1 juni 2007

  1. Lain-lain
  1. mempunyai tanggungan 2 adik kandung, masing kelas 1 SMA Negeri dan kuliah semester 2 di UNPAD
  2. Memperoleh warisan dari orang tua berupa sebidang tanah dengan harga jual Rp. 120.000.000,-.


DIMINTA :
DOWNLOAD lah dan DIBAWA SAAT UJIAN Formulir 1721 – A1 (SPT Tahunan Pph pasal 21), Formulir Bukti Pemotongan PPh bunga deposito/tabungan (Final), Formulir Bukti Pemotongan/pemungutan Pph hadiah undian (Final), Formulir 1770 SS.
Kemudian lakukanlah pengisian SPT Tahunan Pph Wajib Pajak orang Pribadi yang tidak melakukan usaha atau pekerjaan bebas pada Formulir – formulir yang anda sudah bawa.

Kewirausahaan (Tugas 1 Prodi Akuntansi S-1) ganjil 14/15 Univ. MH THamrin



sedang proses

Pengembangan Diri (Kumpulan Soal UTS Eks) Ganjil 14/15 TN




A. Soal Essay

  1. Dalam suatu sistem mengatur dirinya sendiri, ada keharusan untuk kreatif.Semua bukti menunjukkan bahwa otak bekerja sebagai sistem jaringan saraf yang mengatur dirinya sendiri. Mengapa kita tidak memberikan perhatian yang serius terhadap “berpikir kreatif”,padahal ini merupakan bagian kunci dari berpikir (untuk merancang, memecahkan masalah, untuk melakukan perubahan dan perbaikan, memperoleh gagasan baru)? Ada dua alasan mengapa kita mengabaikan “berpikir kreatif”. Alasan pertama adalah kita meyakin bahwa tidak ada yang bisa kita lakukan terhadap berpikr kreatif. Kita beranggapan bahwa berpikir kreatif adalah bakat yang tidak dimiliki semua orang. Alasan kedua sangat menarik. Setiap gagasan berharga pasti belakangan ditemukan sebagai hal yang logis (sesudah seseorang menemukan gagasan tersebut). Jika gagasan itu belakangan tidak terasa logis, kita tidak akan menganggapnya bernilai. Jelaskan pendapat anda mengenai 2 (dua) alasan diatas !

  1. Jelaskan (apa penyebabnya dan bagaimana solusinya) cara mengubah karakter diri kita seperti di bawah ini :
a. Malas
b. Sensitif
c. Pesimis
d. Pemalu
  1. Stres baru nyata dirasakan apabila keseimbangan diri terganggu. Artinya kita baru mengalami stres manakala kita mempersepsi tekanan dari stressor melebihi daya tahan yang kita punya untuk mengahadapi tekanan tersebut. Jadi selama itu kita memandang diri kita masih bisa menahankan tekanan tersebut (yang kita persepsi lebih ringan dari kemampuan kita menahannya) maka cekaman stres belum nyata. Akan tetapi apabila tekanan tersebut bertambah besar (dari stressor yang sama atau dari stressor lain secara bersamaan) cekaman menjadi nyata, kita kewalahan dan merasakan stres. Pertanyaannya, bagaimana kita mengetahui apakah kita berada dalam keadaan stres atau tidak (sebutkan indikasi stres dilihat dari gejala fisiologik, psikologik dan tingkah laku) dan bagaimana cara menanganinya !

  1. Mengelola waktu belajar bukan berarti kehilangan waktu luang untuk bersenang-senang. Bukan pula berarti bahwa waktu dalam 24 jam per hari harus dihabiskan untuk belajar. Justru sebaliknya. Prinsip utama dari pengelolaan waktu secara efektif adalah pembagian waktu yang efektif untuk kegiatan-kegiatan yang meliputi: waktu untuk belajar, waktu untuk bekerja dan kegiatan sosial maupun waktu bagi diri sendiri untuk bersantai. Bagaimanapun waktu untuk bersantai diperlukan oleh seorang mahasiswa selain waktu untuk belajar. Sebagian waktu untuk bersantai tersebut diperlukan untuk mengembalikan energi yang sudah terpakai untukbelajar dan bekerja. Baik belajar maupun bekerja membutuhkan energi yang tidak sedikit, terutama untuk berkonsentrasi dalam mengerjakan sesuatu. Energi yang terpakai untuk berkonsentrasi ini harus diganti. Jika tidak, maka sangat mungkin sekali seseorang mengalami perasaan tertekan atau stres. Jelasakan bagaimana cara anda mengelola waktu dalam 24 jam perhari dalam kehidupan sehari-hari (dilihat dari sudut pandang keluarga, pekerja dan sebagai mahasiswa) !

  1. We live in age of "discontinuity". Demikian kata Robbins, pakar Manajemen dan bidang Organizational Behavior. Kita hidup di dalam lingkungan yang tidak bisa diharapkan tetap ajeg (discontinuity). Para manajer sering mendengar "fatwa" yang kerapkali dikumandangkan tentang perubahan: tidak ada yang tetap di dalam kehidupan, kecuali perubahan itu sendiri. Barangkali memang demikian, dan hal ini mulai ada sejak manusia mengenal teknologi. Kita ketahui bahwa peradaban berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi. Dan logika sederhanapun akan mengatakan bahwa output dari perkembangan tersebut adalah tuntutan perubahan di dalam cara kita menyesuaikan diri dengan lingkungan yang "tidak tetap". jelaskan bagaimana cara anda menyesuaikan diri dengan lingkungan yang “tidak Tetap” !

  1. “Life is a promise; fulfill it. – Kehidupan ini adalah sebuah janji; Penuhi janji itu.” MotherTeresa Tujuan hidup adalah keyakinan, moral, atau standar yang akan mengendalikan hidup kita, sebab ia (tujuan hidup) memandu pola pikir dan perilaku kita. Untuk menentukan tujuan hidup, Anda juga harus menggunakan akal sekaligus hati nurani. Sebab kehidupan yang terbaik adalah selaras dengan pikiran dan hati. Banyak orang lebih bahagia dan sukses, karena mereka hidup dalam keseimbangan; dalam arti menjalankan moral-spiritual, mendapatkan ketenangan dan kepuasan batin, memiliki bisnis, karir dan keuangan yang baik, keharmonisan keluarga, kebugaran fisik, kehidupan sosial menyenangkan, dan lain sebagainya. Contoh seorang ayah ingin meluangkan waktu bersama anak lelakinya. Ia merencanakan nontonpertandingan sepak bola. Tetapi ia kecewa karena mobilnya terjebak macet parah.Sesaat kemudian ia segera melupakan rasa kecewa dan kembali ceria, sebab ia ingat tujuannya adalah meluangkan waktu bersama anak tersayang. Nonton bola hanya sarana untuk mencapai tujuan dan bisa diganti dengan cara lain. Lalu ia mampir ke sebuah kafe dipinggir jalan dan ia merasa senang karena benar-benar mencapai tujuannya yaitu menghabiskan waktu berdua dengan anaknya sepanjang hari. Apakah anda mempunyai tujuan hidup ? bagaimana cara yang anda lakukan agar tujuan hidup itu dapat tercapai !

Rabu, 31 Desember 2014

UNSUR-UNSUR MANAJEMEN




Unsur - Unsur  Manajemen
 
Ilmu manajemen sebetulnya sama usianya dengan kehhidupan manusia, mengapa demikian karena pada dasarnya manusia dalam kehidupan sehari-hari tidak bias terlepas dari prinsip-prinsip manajemen. Baik langsung maupun tidak langsung, baik disadari maupun tidak disadari manusia menggunakan prinsip-prinsip dari manajemen. Ilmu manajemen ilmiah timbul pada sekitar awal abad ke 20 di Benua Eropa Barat dan Amerika. Di mana di Negara-negara tersebut sedang dilanda revolusi yang dikenal dengan nama Revolusi Industri, yaitu perubahan-perubahan dalam pengelolaan produksi yang efektif dan efisien. Hal ini dikarenakan masyarakat sudah sudah semakin maju dan kebutuhan-kebutuhan sudah semakin banyak dan beragam jenisnya.
Manajemen diperlukan dalam segala bidang, bentuk dan organisasi serta tipe kegiatan, di mana orang-orang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.
Dalam mengartikan dan mendefinisikan manajemen ada berbagai ragam, ada yang mengartikan dengan ketatalaksanaan, manajemen pengurusan dan lain sebagainya.
Manajemen merupakan koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Yang diatur adalah semua unsur-unsur manajemen yang terdiri dari men,money,methods,materials,machine, and market, disingkat dengan 6M dan semua aktifitas yang ditimbulkannya dalam proses manajemen itu.
1.      Man (SDM)
Manusia yaitu orang yang menggerakan dan melakukan aktivitas-aktivitas untuk mencapai tujuan organisasi, termasuk juga mendayagunakan sumberdaya lainnya. Manusia merupakan penggerak utama untuk menjalankan fungsi-fungsi manajemen. Sumber daya manusia yaitu segenap potensi yang dimiliki oleh manusia. Potensi yang dimiliki setiap manusia berbeda satu sama lain, untuk itu dibutuhkan pengelolaan agar diperoleh tenaga kerja yang puas akan pekerjaannya dan dapat mencapai tujuan organisasi dengan efektif dan efisien.
Man merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untuk mencapai tujuan.
Manusia atau yang sering disebut dengan sumber daya manusia, termasuk di dalamnya termasuk sumber daya otak (brain). Di dalam manajemen unsur manusia merupakan yang paling utama. Sebab semuanya berasal dari manusia. Manusia di dalam manajemen mencakup semua faktor yang mempengaruhi, mewarnai dan melingkupi. Unsur manusia meliputi beberapa hal yang harus diperhatikan meliputi: 
  •  Jumlah, harus sesuai dengan formasi dan kebutuhan 
  • Persyaratan, seperti kemampuan, pendidikan, ketrampilan, pengalaman 
  • Komposisi, misalnya unsur pimpinan, unsur pelaksana, teknis, unsur administrasi
2.      Money (Uang)
Uang adalah factor yang amat penting, bahkan menentukan didalam setiap proses pencapaian tujuan,tentulah tidak dapat disangkal lagi. Setiap program, setiap kegiatan atau rutin maupun proyek, besar maupun kecil, semua itu tidak akan terlaksana tanpa adanya penyediaan uang atau biaya yang cukup.
Money atau Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.
Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang di definisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang. Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.
3.      Materials (Materi)
Materi terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan manusia tidak dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.
4.      Machines (Mesin)
Machine atau mesin digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja. Machine atau Mesin digunakan ukt memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja. Digunakannya mesin-mesin dalam suatu pekerjaan adalah untuk menghemat tenaga dan fikiran manusia didalam melakukan tugas-tugasnya baik yang bersifat rutin maupun yang bersifat insedental, baik untuk pekerjaan-pekerjaan yang bersifat teknis industry (engineering) maupun yang bersifat teknis paperwork.
5.      Method (Metode)
Dalam pelaksanaan kerja diperlukan metode-metode kerja. Suatu tata cara kerja yang baik akan memperlancar jalannya pekerjaan. Sebuah metode dapat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusianya sendiri.
6.      Market  (Pasar)
Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatanusaha yang ditunjukkan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang, jasa, ide kepada pasar sasaran agar dapat mencapai tujuan organisasi.
Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.
Market atau Pasar merupakan faktor yang selalu berubah-ubah sesuai permintaan pasar dan bukan merupakan kebijakan dari manajemen. Demikian pula dengan Method atau tata kerja yang merupakan pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerjasama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan dari organisasi dapat tecapai secara efektif dan efisien. Maka dapat disimpulkan bahwa Methods hanyalah cara yang dipergunakan sedangkan Market adalah wahana untuk memperluas sasaran dari kegiatan tersebut.

Selain 6M diatas ( men, money, materials, machines, method, dan markets), masih banyak alat-alat manajemen yang lainnya, antara lain 4 P, yaitu product, price, placement dan promotion.
1.      Product (produk)
Produk adalah semua hal yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, untuk dimiliki, digunakan atau dikonsumsi agar dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan.
Menentukan produk/jasa yang akan ditawarkan ke pasar umumnya menjadi langkah paling awal. Ide mengenai produk bisa didapatkan dari beberapa sumber. Cara termudah adalah dengan membandingkan langsung produk sejenis seperti yang ingin dijual, dan melakukan riset kecil-kecilan ke target pasar mengenai kelebihan dan kekurangan dari produk tersebut. Hasil dari riset tersebut diharapkan memberikan informasi yang lebih akurat bagi wirausaha mengenai prospek pasar yang akan dimasukinya dan produk macam mana yang diharapkan oleh target pasar.
Adapun produk-produk yang dipasarkan meliputi barang fisik, jasa, pengalaman, peristiwa, orang, tempat, properti, organisasi, dan gagasan. Berdasarkan pengertian tersebut produk bukan hanya berbentuk barang saja tetapi juga berupa jasa asalkan dapat memenuhi kebutuhan atau keinginan konsumennya.
2.      Price (harga)
Harga adalah sejumlah uang yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan yang kita inginkan. Yaitu menganggap harga sebagai suatu perbandingan formal yang mengindikasikan kuantitas uang yang diperlukan untuk memperoleh suatu jumlah barang dan jasa. Oleh karena itu penetapan harga pada suatu barang sangat diperlukan dalam strategi pemasaran karena perusahaan yang mampudengan jitu menetapkan harga tentunya  akan dapat hasil yang memuaskan.
Menentukan harga produk tidak semudah yang dibayangkan. Cara yang umum digunakan adalah dengan menggunakan patokan hitungan biaya produk tersebut dari awal disiapkan hingga siap jual. Setiap produk memiliki berbagai komponen biayanya sendiri, dari awal produksi hingga produk tersebut dipajang di rak-rak display penjualan. Menentukan harga berdasarkan biaya dilakukan dengan menambahkan presentase margin tertentu ke biaya produk, dan presentase tersebut dianggap sebagai keuntungan. Persentase didapatkan sesuai dengan rata-rata margin di pasaran. Menggunakan metode ini memiliki kelemahan sendiri. Produk akan mengalami krisis keunikan (uniqueness) dimana keunikan yang memiliki daya pembeda produk dari saingannya luput diperhitungkan. Keunikan justru mampu membantu produk agar memiliki harga premium di pasar.
Ada delapan strategi penetapan harga yang paling sering dilakukan yaitu:
a.       Strategi Penetapan Harga Produk Baru 
Prinsip strategi penetapan harga untuk produk baru adalah agar produk baru mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan pasar dengan dukungan penetapan harga yang tepat penetapan harga (pricing) terhadap barang baru dapat dilakukan denga dua cara yaitu skimming pricing (berusaha menjual harga yang lebih tinggi sebelum membidik konsumen yang lebih peka terhadap harga) dan panetration Pricing (berusaha menjual kepada pasar dengan harga murah). 
b.      Strategi Penetapan Harga Yang Sudah Mapan 
Strategi ini diterapkan sebagai hasil peninjauan kembali oleh perusahaan terhadap strategi penetapan harga yang sedang diberlakukan di pasar, ada tiga alternatif yang sering diakukan oleh perusahaan setelah melakukan tinjau ulang pada strategi  
c.       Strategi Fleksibelitas Harga. 
Harga perlu ditetapkan fleksibel bila pemasaran produk memerlukan penyesuaian karakteristik lokasinya. Perusahaan atau koperasi dalam strategi ini berhadapan dengan pemilihan strategi harga, yaitu strategi harga tunggal dan strategi penetapan harga fleksibel yaitu : 
1)      Strategi satu harga. 
Dengan strategi satu harga, pada prinsipnya koperasi atau perusahaan menghendaki penurunan pada biaya penjualan atau biaya administrasi, margin keutungan yang konstan, citra pelanggan dan pertumnbuhan pasar yang stabil. 
2)      Strategi fleksibel. 
Sesuai dengan namanya, strategi ini bertujuan memberikan fleksibelitas harga dengan jalan memungkinkan setiap penyesuaian harga baik lebih tinggi atau lebih rendah dari harga saat ini guna meraih keuntungan jangka panjang. 
d.      Strategi Penetapan Harga Lini Produk 
Strategi lini produk ini mendasarkan pada keterkaitan antara dampak setiap produk terhadap lininya untuk keperluan penetapan harga. Tujuan strategi lini produk adalah memanfaatkan keseluruhan lini produk untuk memaksimalkan laba. 
e.       Strategi Leasing 
Leasing merupakan suatu kontrak persetujuan antara pemilik akitva dan pihak kedua yang memanfaatkan aktiva tersebut untuk jangka waktu tertentu dengan return tertentu. Tujuan dari strategi Leasing adalah meningkatkan pertumbuhan pasar sengan cara menarik pelangan yang tidak mampu membeli sekaligus, merealisasikan laba jangka panjang yang lebih besar, untuk meningkatkan arus kas, agar memperoleh aliran laba yang stabil, menghindari kerugian pada perusahaan atau koperasi akibat teknologi yang telah usang. 
f.        Strategi Bundling Princing 
Strategi ini sering disebut juga dengan strategi puncak gunung es. Pelaksanaannya dengan melakukan pembatasan harga untuk menutupi bermacam fungsi dan jasa. Banyak yang diharapkan dari strategi ini antara lain aktiva dijaga dalam kondisi sedemikian rupa sehingga dapat dijual kembali atau dileasingkan kembali. 
g.      Strategi Kepemimpinan Harga 
Strategi ini dilakukan dengan tujuan agar perusahaan-perusahaan atau koperasi lain yang terkait dengan perusahaan pemimipin dapat dikendalikan oleh penetapan harga yang dilakukan oleh perusahaan atau market leader. 
h.      Strategi Penetapan Harga Untuk Membentuk Pangsa Pasar 
Pangsa pasar yang semakin besar atau pengalaman yang semakin banyak mengarah pada biaya yang semakin rendah, oleh sebab itu koperasi atau perusahaan baru perlu mengupayakan agar produk-produknya sedini mungkin mampu meraih pangsa pasar yang besar sehingga apabila perusahaan ingin melakukan strategi penetapan harga untuk membentuk pangsa pasar.
3.      Placement (jalur distribusi)
Jalur distribusi adalah orang atau badan usaha yang berusaha beroperasi diantara produsen dan konsumen. Ada tiga aspek yang berkaitan dengan keputusan-keputusan tentang distribusi yaitu :
  • Sistem transportasi 
  • Sistem penyimpanan 
  •  Pemilihan jalur distribusi
4.      Promotions (promosi)
Promosi adalah arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan perkiraan dalam pemasaran.
Suatu kegaitan dalam kehidupan sehari-hari bahwa seberapa besar manfaat suatu produk bagi konsumen, tapi produk tersebut tidak akan dapat mencari sendiri pembelinnya. Oleh karenanya produsen dituntut tidak hanya menciptakan produk yang bermutu, menetapkan harga yang menarik tetapi harus juga mengusahakan agar produk yang dihasilkan dapat di pasarkan dengan mudah dan lancar serta menyebarluaskan informasi tentang kehadiran, ketersediaan produknya, ciri-ciri, satu manfaat yang dapat diperoleh calon pelanggannya.
Agar konsumen dapat mengetahui tentang kualitas produk yang di pasarkan oleh perusahaan atau koperasi maka, perlu diadakan promosi. Promosi ini merupakan komponen penting yang berguna untuk mengomunikasikan.

MANAJEMEN



MANAJEMEN
Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Sementara itu, Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal; dalam berbagai bidang seperti industri, pendidikan, kesehatan, bisnis, finansial dan sebagainya. Dengan kata lain efektif menyangkut tujuan dan efisien menyangkut cara dan lamanya suatu proses mencapai tujuan tersebut.
Latar Belakang
Dalam Manajemen terdapat fungsi-fungsi manajemen yang terkait erat di dalamnya. Pada umumnya ada empat (4) fungsi manajemen yang banyak dikenal masyarakat yaitu fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pengarahan (directing) dan fungsi pengendalian (controlling). Untuk fungsi pengorganisasian terdapat pula fungsi staffing (pembentukan staf). Para manajer dalam organisasi perusahaan bisnis diharapkan mampu menguasai semua fungsi manajemen yang ada untuk mendapatkan hasil manajemen yang maksimal. Di bawah ini akan dijelaskan arti definisi atau pengertian masing-masing fungsi manajemen :
1. Fungsi Perencanaan / Planning
Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.
2. Fungsi Pengorganisasian / Organizing
Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.
3. Fungsi Pengarahan / Directing / Leading
Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya.
4. Fungsi Pengendalian / Controling
Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.


Ilmu manajemen merupakan suatu kumpulan pengetahuan yang disistemisasi, dikumpulkan dan diterima kebenarannya. Hal ini dibuktikan dengan adanya metode ilmiah yang dapat digunakan dalam setiap penyelesaian masalah dalam manajemen. Namun selain itu, beberapa ahli seperti Follet menganggap manajemen adalah sebuah seni. Hal ini disebabkan karena kepemimpinan memerlukan kharisma, stabilitas emosi, kewibawaan, kejujuran, kemampuan menjalin hubungan antaramanusia yang semuanya itu banyak ditentukan oleh bakat seseorang dan sulit dipelajari.
Perkembangan Teori-Teori Manajemen
Walaupun perkembangan ilmu dan teori manajemen lebih banyak dipengaruhi oleh kebutuhan perkembangan bisnis, tapi pada dasarnya organisasi di luar bisnis (publik) dapat memanfaatkan perubahan-perubahan tersebut. Hingga saat ini teori manajemen sudah berkembang hingga generasi kelima (V), walaupun istilah sebenarnya kurang tepat, barangkali lebih tepat disebut sebagai perbedaan pendekatan paradigma.
Secara sistematis perkembangan teori manajemen tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut:
  • Generasi Manajemen I
Sebutan : Jungle management = Manajemen berbuat (by doing)
Ciri Utama : Mengerjakan sendiri segala sesuatu (doing things by our self)
Sumber Kekuatan : Diri sendiri
Tipe Organisasi : Kepemilikan
Konsep Dasar : -
  • Generasi Manajemen II
Sebutan : Manajemen kendali (by directing)
Ciri Utama : Mengerjakan sesuatu melalui orang lain (doing things through by the other people)
Sumber Kekuatan : Pemimpin
Tipe Organisasi : Feodal hirarkies/kepemilikan (step hierarchy)
Konsep Dasar : -
  • Generasi Manajemen III
Sebutan : Manajemen hasil (by result)
Ciri Utama : Menggunakan target kuantitatif
Sumber Kekuatan : Pemimpin dan tim kerja
Tipe Organisasi : Struktural/ fungsional
Konsep Dasar : Pembagian kerja, interst pribadi, dan penghargaan untuk pekerjaan/tugas
  • Generasi Manajemen IV
Sebutan : Manajemen kreativitas nilai (value craetive)
Ciri Utama : Menggunakan target kualitatif, kepuasan pelanggan atau pekerja
Sumber Kekuatan : Nilai-nilai yang disepakati bersama
Tipe Organisasi : Struktural/fungsional dengan modifikasi (komputerisasi)
Konsep Dasar : Pembagian manajerial, pemisahan pemilik dan manajer, pemisahan cara berpikir dan berbuat, dan otomatisasi
  • Generasi Manajemen V
Sebutan : Manajemen pengetahuan dan jaringan antar manusia (knowladge and human networking)
Ciri Utama : Menggunakan keunggulan peroarangan dalam kerjasama (jaringan)
Sumber Kekuatan : Jaringan antar profesional
Tipe Organisasi : Jaringan antar manusia (human networking)
Konsep Dasar : Jaringan kelompok, proses kerja terintegrasi, pengaturan dan pemilihan waktu yang manusiawi, kesatuan fokus tugas/tim kerja sesuai dengan kondisi.
(Sumber: diolah dari Joiner, 1994; Savage, 1990)
Berkaitan dengan perkembangan pergeseran pendangan manajemen di atas, khususnya dari era industri akhir (Genarasi IV) ke era pengetahuan awal (Generasi V), Savage (1990:200) melihat adanya ciri penjenjangan yang tajam menuju pararelitas dalam konsep manajemen pada kedua generasi tersebut, yang dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 1 : Pergesaran Manajemen Generasi IV ke Generasi V

ERA INDUSTRI AKHIR (RUTINITAS)
1990 an
ERA AWAL PENGETAHUAN (KOMPLEKSITAS)
1990 an








HIRARKI
FUNGSIONAL
  • Garis komando
  • Komando dan kontrol
  • Weweng karena posisi
  • Aktivitas berjenjang/terpisah
  • Komunikasi vertikal
  • Nilai: normatif dan ketidakpercayaan
JARINGAN KEMANUSIAAN (ANTAR MANUSIA)
  • Jaringan dan jaringan kerja
  • Fokus dan koordinasi
  • Kewenangan pengetahuan
  • Aktivitas simultan/sinerjik
  • Komunikasi horisontal
  • Nilai: percaya, integrasi


P
E
N
J
E
N
J
A
N
G
A
N











PARAREL



Sumber : Savage (1990)









Sementara itu, Peter F. Drucker melihat perkembangan manajemen dilihat dari sudut tranformasi sosial sebagai berikut:
  1. Abad 21 ini adalah abad transformasi sosial dengan kecenderungan: (a) Terjadi perubahan struktur sosial dan transformasinya, misalnya kebangkitan dari pekerja kerah biru (blue collor) menuju kebangkitan pekerja. (b) Munculnya masyarakat berpengetahuan dengan ciri bekerja dalam organisasi dan jaringan-jaringan masyarakat karyawan yang luas, dan relatif makin berkurangnya pekerjaan tetap seumur hidup. (c) Masyarakat berpengetahuan yang terdiri dari 3 sektor yakni: sektor publik (pemerintah), sektor swasta (bisnis) dan sektor sosial (stake holders lainnya). (Drucker, 1994:201).
  2. Ciri manajemen yang akan dan seharusnya dilakukan ialah ilmu dan terapan manajemen yang menyesuaikan diri dengan transformasi sosial tersebut, yakni pengembangan “manajemen dalam masyarakat jaringan/berpengetahuan” dengan upaya-upaya antara lain: (a) Mempelajari asumsi-asumsi terhadap lingkungan, visi, misi dan core business (andalan utama bisnis atau sasaran publik), harus sesuai dengan realita. (b) Teori-teori bisnis (termasuk publik) harus diketahui dan dipahami seluruh jaringan organisasi dan terus menerus diuji mengingat perkembangan lingkungan yang cepat dan sukar diprediksikan. (c) Perencanaan yang tepat untuk menghadapi ketidakpastian dalam berbagai dimensinya. (d) Organisasi bisnis (dan publik) harus mampu menggali sumber-sumber daya dan pengetahuan dan kemampuan manusianya, agar dapat memberi respon ketika peluang-peluang muncul (yang sering tidak terduga datangnya). (e) Untuk mengadaptasi masyarakat jaringan, harus dijawab dengan berbagai rekayasa yang berorientasi dan berkualitas jaringan, seperti kemitraan, pelimpahan kepada pihak luar (out sourcing), perampingan (downsizing), pendataran organisasi (leaning), aliansi, manajemen mutu terpadu (total quality management), penetapan standar mutu baru (benchmarking), langkah-langkah strategis/keputusan-keputusan strategis, pemanfaatan konflik secara positif, manajemen sumber daya manusia, berbagai model pemberdayaan (empowerment) dalam jaringan, unit, tim, yang ditunjang sistem informasi, dan rekayasa manajemen lainnya yang sesuai. Tujuannya adalah menyambut era baru, masyarakat baru, dengan organisasi jaringan yang bersifat majemuk, otonom, menghargai kualitas perorangan dalam bekerja sama. (Drucker, 1997:21-30, 39-44, 63-70 dan 93-100).



Konsep-Konsep Manajemen Pemberdayaan SDM

Beberaapa konsep manajemen pemberdayaan SDM yang berkembang sejak manajemen Generasi IV hingga Generasi V sekarang ini diantaranya adalah konsep manajemen multi budaya, organisasi pembelajaran, dan benchmarking. Pilihan-pilihan terhadap konsep-konsep manajemen tersebut, hendaknya selektif, terutama yang dapat disesuaikan dengan nilai-nilai budaya organisasi yang telah ada. Hal ini dimaksudkan agar konsep-konsep manajemen tersebut dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin bagi pencapaian tujuan organisasi.


  1. PLANNING (PERENCANAAN)
Perencanaan adalah menetapkan suatu cara untuk bertindak sebelum tindakan itu sendiri dilakukan.
Manfaat Planning :
  • Sebagai alat pengwasan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan organisasi
  • Untuk menjumlah dan menentukan prioritas dari beberapa alternatif atau pilihan yang ada
  • Untuk mengarahkan dan menentukan pelaksanaan kegiatan
  • Untuk menghadapi dan mengurangi ketidakpastian di masa yang akan datang
  • Mendorong tercapainya tujuan
  • Untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan
  • Penyesuaian pada masalah-masalah utamapenetapan tanggung jawab lebih tepat
  • Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami
Kelemahan planning :
  • Pekerjaan yang tercakup dalan perencanaan mungkin berlebihan pada kontribusi nyata
  • Cenderung menunda kegiatan
  • Membatasi manajemen untuk berinisiatif dan berinovasi
  • Penyelesaian didapat dari situasi individu
  • Perencanaannya diikuti dengan cara-cara yang tidak konsisten.
JENIS JENIS PERENCANAAN
  1. Dari segi waktu di bagi mejadi 3 :
  • Perencanaan jangka panjang
  • Perencanaan jangka menengah
  • Perencanaan jangka pendek
  1. Dari segi sifat di bagi 2 :
  • Perencanaan kuantitatif
  • Perencanaan kualitatif
  1. ORGANIZING (ORGANISASI)
ORGANISASI : Wadah, lembaga atau kelompok fungsional ketika proses manajemen berlangsung
Pengorganisasian (Organizing) : merupakan proses penyususnanan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumberdaya-sumberdaya yang dimiliknya dan lingkungan yang melingkupinya.
Proses pengorganisasian dapat di tujukan dengan 3 langkah prosedur berikut :
  1. Perincian seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi
  2. Pembagian beban kerja total menjadi kegiatan-kegiatan yang secara logik dapat dilaksanakan oleh satu orang.
  3. Pengadaan dan pengembangan suatu mekanisme untuk koordinasi pekerjaan para anggota organisasi menjadi kesatuan yang terpadu dan harmonis.
2 aspek utama penyususnan strutur organisasai :
  1. Departementalisasi : merupakan pengelompokan kegiatan-kegiatan yang sejenis dan saling berhubungan dapat dikerjakan bersama
  2. Pembagian kerja : Perincian tugas pekerjaan agar setiap individu dalam organisasi bertanggung jawab untuk dan melaksanakan sekumpulan kegiatan yang terbatas.

STRUKTUR ORGNAISASI (DESAIN ORGANISASI)
Yaitu sebagai mekanisme-mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola.
Faktor-faktor yang menentukan perancangan strutur organisasi :
  1. Strategi Organisasi untuk mencapai tujuannya.
  2. Teknologi yang digunakan
  3. Anggotan (Karyawan) dan orang-orang yang terlibat dalam organisasi
  4. Ukuran orgnisasi
UNSUR-UNSUR STRUTUR ORGNISASI
  1. Spesialisasi kegiatan
  2. Standarisasi kegiatan
  3. Koordinasi kegiatan
  4. Sentralisasi dan desentralisasi pembuat keputusan
  5. Ukuran satuan kerja
  1. PENGAWASAN
Pengawasan adalah suatu proses untuk menerapkan pekerjaan apa yang sudah di laksanakan,menilainya,dan bila perlu mengoreksi nya dengan maksud supaya pelaksanaan pekerjaan tersebut sesuai dengan rencana semula.
TUJUAN PENGAWASAN
-Mengusahakan agar apa yang di rencanakan menjadi kenyatan.
- Mengetahui kesalahan-kesalahan serta kesulitan yang terjadi.
- Mengoreksi dan memperbaiki kesalahan dan kesulitan tersebut agar sesuai dengan rencana semula.
PRINSIP PENGAWASAN
  • - Harus mempunyai rencana2 yang bersifat sebagai standar ukur pekerjaan.
  • - Adanya pemberian wewenang serta instruksi2 kepada bawahan.
  • - Dapat mereflektir sifat dan kebutuhan dari kegiatan yang harus di awasi
  • -Dapat segera melaporksn penyimpangan-penyimpangan.
  • -Fleksibel.
  • -Dapat mereflektir pola organisasi.
  • -Ekonomis.
  • -Dapat di mengerti.
  • -Dapat menjamin adanya tindakan korektif.
OBYEK PENGAWASAN
- Produksi yaitu pengawasan yang terfokus pada kuantitas dan kualitas barang yang di produksi.
- Keuangan yaitu pengawasan yang di lakukan guna mengetahui seberapa besar modal,penerapan modal dan keuntungan yang d capai.
- Waktu yaitu pengawasan yang di lakukan guna mengetahui seberapa lama waktu yang di perlukan untuk memproduksi suatu barang apakah sesuai dengan rencana semula.
- Manusia dan kegiatan nya yaitu pengawasan yang di lakukan untuk mengetahui apakah bawahan melakukan apa yang di instruksikan dan sesuai dengan rencana semula.
SUBYEK PENGAWASAN
- Intern yaitu pengawasan yang di lakukan oleh orang2 ataupun petugas2 yang berwenang dalam suatu perusahaan.
- Extern yaitu jika dalam penawasan tersebut melibatkan orang lain yang bukan dari lingkungan perusahaan tersebut, inilah yang di sebut dengan sosial control. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas perusahaan itu sendiri.
CARA PENGUMPULAN FAKTA GUNA PENGAWASAN
- Peninjauan pribadi (personal inspection)
- Laporan lisan (oral report)
- Laporan tertulis (written report)
- Melalui hal yang bersifat khusus (control by exception)