Berdoa

Berdoa
Doa Hari ini

Sabtu, 13 September 2014

Perpajakan Lanjutan (Tugas 1 - GANJIL 2014/15 UNB)



Semua Soal dibawah ini berkaitan dengan PPh Pasal 21.


SOAL  1    (A-12 Brevet A&B)
 
Tuan Amir bekerja pada PT. Sinar per tanggal 1 Januari 2006. Status Tn. Amir per 1 Januari 2006 adalah TK/0. setiap bulan Tn. Amir menerima gaji pokok Rp. 1.000.000,- dan tunjangan 2.000.000,-. PT. Sinar ikut program Jamsostek dan program pensiun dari dana pensiun yang sudah mendapat pengesahan dari Men-Keu dengan pembayaran sebagai  berikut :
Dibayar oleh PT. Sinar :
a.  Iuran Pensiun  : 10% dari gaji pokok
b. Iuran Jaminan Hari Tua : 3,7% dari gaji pokok
c. Premi Asuransi Jaminan Kecelakaan Kerja : 0,30% dari gaji pokok
d. Premi Asuransi Jaminan Kematian : 0,30% dari Gaji pokok
e. Premi Asuransi Jaminan Pelayanan Kesehatan : 3% dari Gaji Pokok

Dibayar oleh Pegawai :
a. Iuran Pensiun : 5% dari gaji pokok
b. Iuran Jaminan Hari Tua : 2% dari gaji pokok
c. Premi Asuransi Jaminan Kecelakaan kerja Rp. 20.000,-
d. Premi Asuransi Jaminan Kematian Rp. 50.000,-

Pada tahun 2006 Tn. Amir menerima penghasilan yang sama setiap bulanya.
Buatlah perhitungan PPh Pasal 21 yang harus dipotong dan disetor setiap bulan  !
Hitung juga perhitungan PPh Pasal 21 tahunan untuk Tn. Amir !



SOAL  2     (A-14 Brevet A&B)
 

Tuan Amir bekerja pada PT. Sinar per tanggal 1 Januari 2006. Status Tn. Amir per 1 Januari 2006 adalah TK/0. setiap bulan Tn. Amir menerima gaji pokok Rp. 1.000.000,- dan tunjangan 2.000.000,-. PT. Sinar ikut program Jamsostek dan program pensiun dari dana pensiun yang sudah mendapat pengesahan dari Men-Keu dengan pembayaran sebagai  berikut :
Dibayar oleh PT. Sinar :
a.  Iuran Pensiun  : 10% dari gaji pokok
b. Iuran Jaminan Hari Tua : 3,7% dari gaji pokok
c. Premi Asuransi Jaminan Kecelakaan Kerja : 0,30% dari gaji pokok
d. Premi Asuransi Jaminan Kematian : 0,30% dari Gaji pokok
e. Premi Asuransi Jaminan Pelayanan Kesehatan : 3% dari Gaji Pokok

Dibayar oleh Pegawai :
a. Iuran Pensiun : 5% dari gaji pokok
b. Iuran Jaminan Hari Tua : 2% dari gaji pokok
c. Premi Asuransi Jaminan Kecelakaan kerja Rp. 20.000,-
d. Premi Asuransi Jaminan Kematian Rp. 50.000,-

Pada tahun 2006 Tn. Amir menerima penghasilan yang sama setiap bulanya.
Pada bulan November  2006 Tn. Amir mendapat THR sebesar Rp. 3.000.000,-
Buatlah perhitungan PPh Pasal 21 yang harus dipotong dan disetor pada bulan November 2006 !
Hitung juga perhitungan PPh Pasal 21 tahunan untuk Tn. Amir !










Kerjakanlah Soal-soal dibawah ini dengan baik di ketik di WORD kemudian dikirim via email :  rizalrahmawan09@gmail.com

Follow  :  @mutiarahma09

Analisa Laporan Keuangan (Tugas 1 - GANJIL 2014/15 UNB)


Kerjakan soal dibawah ini dengan baik, di WORD, kemudian kirim via email.
paling lambat tgl.  19 September 2014


  1. Apa yang dimaksud dengan laporan keuangan? 
     
  2. Sebutkan jenis-jenis laporan keuangan? 
     
  3. Apa tujuan dilakukannya analisa rasio? 
     
  4. Apa perbedaan antara analisa cross-section dengan analisa time series? 
     
  5. Sebutkan aspek-aspek yang dilihat dalam analisa rasio? 
     
  6. Apa perbedaan penggunaan antara current ratio dengan quick ratio? 
     
  7. Informasi tambahan lain apa yang dibutuhkan dalam menilai Average Collection Period? 
     
  8. Informasi tambahan lain apa yang dibutuhkan dalam menilai Average Payment Period?
  1. Laporan keuangan P.T. Cincin Selogam untuk tahun 2004 dan 2005 diberikan sebagai berikut:

Akuntansi Biaya (Tugas 1 - GANJIL 2014/15 UNB)




Buatlah MAKALAH   PRIBADI  dengan judul dibawah ini :


No
Nama
Judul
1
Hana F Pendahuluan Akuntansi Biaya, meliputi:
  1. Pengertian
  2. Konsep Biaya
  3. Klasifikasi Biaya
  4. Metode Pengumpulan & Penentuan Harga Pokok Produk
2
Bagus R Metode harga pokok Pesanan, meliputi :
  1. Pengertian Metode harga pokok pesanan
  2. Konsep Harga Pokok Pesanan
  3. Manfat Informasi Harga Pokok Pesanan.
  4. Metode Harga Pokok Pesanan
3
Ristiawan D Metode Harga Pokok Proses, meliputi:
  1. Pengertian Metode Harga pokok proses
  2. Konsep Harga pokok Proses.
  3. Manfaat Informasi Harga Pokok Proses
  4. Metode Harga Pokok Proses
  5. Pengaruh Produk yang hilang, rusak dan cacat.
  6. Metode penentuan Persediaan Produk Dalam Proses Awal
4
Intan Tri U Penebtuan Biaya Variabel, meliputi :
  1. Definisi Harga Pokok Variabel
  2. Perbandingan Harga Pokok Variabel dengan Full Costing
  3. Manfaat Informasi Harga Pokok Variabel
  4. Penentuan Harga Pokok Variabel
5
Septiana A Biaya Over head pabrik, meliputi :
  1. Definisi
  2. Penggolongan, penentuan dan Pembebanan BOP
  3. Pengumpulan BOP Sesungguhnya
  4. Perlakuan terhadap selisih BOP
6
Apsari Budi
Departementalisasi biaya overhead pabrik, meliputi :
  1. Penentuan Tarif Biaya Overhead Pabrik
  2. Penyusunan Anggaran Biaya Overhead Pabrik
  3. Metode Alokasi Biaya Overhead Pabrik
  4. Analisis selisih biaya overhead pabrik dan perlakuan akauntansi terhadap selishnya
  5. Penentuan biaya overhead pabrik dengan metode penentuan harga pokok variabel.
7
Agnes Angela Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja, meliputi :
  1. Konsep Dasar Biaya Bahan Baku dan Biaya Tenaga Kerja
  2. Penentuan Biaya Bahan Baku dan Biaya Tenaga Kerja
  3. Masalah-masalah khusus
8
Halimatusyadiah
Harga pokok produk bersama, meliputi :
  1. Konsep Dasar Biaya Bersama
  2. Akuntansi Produk Bersama
  3. Menghitung dan mencatat alokasi hanya untuk joint product
  4. Menghitung dan mencatat alokasi hanya untuk by product
9
Ahmad Alwan
Harga Pokok Sampingan, meliputi :
  1. Konsep Dasar Biaya sampingan
  2. Akuntansi Produk sampingan
  3. Menghitung laba/rugi produk sampingan
  4. Mencatat biaya produksi sehubungan produk sampingan
10
Delianus t
Sistem biaya taksiran, meliputi :
  1. Konsep Dasar Sistem Biaya Taksiran
  2. Penentuan Biaya Taksiran
  3. Perlakuan Akuntansi Terhadap Biaya Taksiran
11
Alfian Y
Sistem biaya standar, meliputi :
  1. Konsep Dasar Sistem Biaya Standar
  2. Penentuan biaya standar
  3. Analisis selisih biaya produksi dan perlakuan akuntansi terhadap selisihnya.
12


Konsep Biaya dan Sistem Akuntansi Biaya, meliputi :
  1. Pengertian Biaya
  2. Biaya vs beban
  3. Klasifikasi biaya
  4. perilaku biaya
  5. Sistem akuntansi biaya
13
Yuni Rahma

Activity Based Costing, meliputi :
  1. Konsep ABC (kaitannya dengan pembebanan BOP)
  2. Konsep Activity, analisis activity dan hirarki activity
  3. Konsep cost driver dan pemilihan cost driver
  4. Pembebanan BOP
14


Job order costing, meliputi :
  1. Pengumpulan biaya produksi
  2. karakteristik job order costing
  3. perhitungan harga pokok produksi
  4. penyusunan laporan harga pokok produksi
15


Sistem Perhitungan Biaya dan Akumulasi Biaya, meliputi :
  1. Aliran biaya dalam perusahaan manufaktur
  2. Pelaporan hasil operasi
  3. Sistem biaya
  4. Akumulasi biaya
16


Just In Time dan Backflushing, meliputi :
  1. Just In Time
  2. Backflushing
17


Biaya mutu dan Akuntansi untuk Production, meliputi :
  1. Biaya mutu
  2. Akuntansi untuk Production Losses dalam sistem biaya pesanan
  3. Akuntansi untuk Production Losses dalam sistem biaya proses
  4. Appendiks: Perhitungan Biaya berdasarkan Proses dengan metode FIFO
18


Bahan baku: Pengendalian, Perhitungan Biaya, dan Perencanaan, meliputi :
  1. Perolehan dan Penggunaan Bahan Baku
  2. Model Kuantitatif
  3. Pengendalian Bahan Baku
19


Manajemen, Kontroler, dan Akuntansi Biaya, meliputi :
  1. Manajemen
  2. Partisipasi kontroler dalam Perencanaan dan Pengendalian
  3. Departemen Biaya
  4. Peranan Akuntansi Biaya
  5. Sertifikasi dan Kode Etik
  6. Pengaruh dari organisasi swasta dan pemerintah
20


Arti, fungsi & tujuan akuntansi biaya, Meliputi :
  1. Pengertian biaya dan akuntansi biaya
  2. Fungsi-fungsi akuntansi biaya
  3. Tujuan akuntansi biaya
  4. Pengenalan klasifikasi biaya produksi
  5. Pemahaman struktur biaya dalam Laporan Laba-rugi perusahaan manufaktur
  6. Variabel Costing
  7. Full Costing
21


Biaya Overhead Tarif Tunggal, meliputi :
  1. Manfaat tarif Biaya Overhead pabrik
  2. Penggolongan Biaya Overhead pabrik dengan berbagai metode
  3. Faktor yang harus diperhitungkan dalam menentukan tarif Biaya Overhead pabrik.
  4. Langkah-langkah penentuan tarif Biaya Overhead pabrik.
22


Analisis Biaya dan Perencanaan Laba , meliputi :
  1. Analisis Titik Impas
  2. Analisis Titik Impas dan Perencanaan Lab
23


Produksi dan Akuntansi Biaya Produksi
  1. Hubungan antara siklus produksi dengan siklus akuntansi biaya
  2. Elemen-elemen biaya produksi:
    1. Biaya Bahan Baku
    2. Biaya Tenaga Kerja
    3. Biaya Overhead Pabrik
  3. Aliran Biaya Produksi (Cost Flow)
  4. Sisa bahan, produk cacat, dan produk rusak
  5. Pengkhususan Biaya Produksi



Bagi yang belum terdaftar namanya, silahkan sms ke dosen yang bersangkutan.


Ketentuan Makalah :

1. Ukuran Kertas A4, dengan Margin Kiri : 4 -Kanan : 3 -atas : 3 -bawah : 3
2. Sistematika Penulisan Meliputi:

HALAMAN DEPAN, meliputi :
a.  Cover
b.  Kata Pengantar
c.  Daftar Isi
d.  Daftar Tabel  (jika ada)
e.  Daftar Gambar (Jika ada)
f.   Daftar Lampiran (Jika ada)
....Point a - f diberi halaman dengan penomoran romawi ( i - ii - iii....dst)

HALAMAN ISI, meliputi :
BAB I  PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
B.   Rumusan Masalah
C.   Tujuan Pembuatan Makalah
D.  Manfaat Pembuatan Makalah
E.  Sistematika Penulisan

BAB II  PEMBAHASAN     
  (Berisi penjabaran materi selengkap-lengkapnya yang berkaitan dengan judul)

BAB III  KESIMPULAN DAN SARAN
A.  Kesimpulan
B.  Saran


DAFTAR PUSTAKA 
(Sebutkan satu persatu literatur buku atau sumber yang digunakan dalam pembuatan makalah ini)

DAFTAR LAMPIRAN

Dikumpulkan Paling Lambat tgl. 19 September 2014  jam 16.00 wib via email.



Senin, 08 September 2014

Akuntansi Biaya (SAP - UNB 201415)





SATUAN ACARA PERKULIAHAN
Mata Kulih : Akuntansi Biaya
Kode Mata Kuliah : ….............
SKS / Semester : 3 / III
Program Studi : Akuntansi
Dosen :


M
I
N
G
G
U


POKOK BAHASAN

TUJUAN INSTRUKSIONAL
UMUM (TIU)


SUB POKOK BAHASAN

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
(TIK)

R
E
F
1
2




AKUNTANSI BIAYA DAN PENGERTIAN BIAYA


Memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai konsep akuntansi biaya & pengklasifikasian biaya yang digunakan sebagai dasar penentuan harga pokok produk.
  1. Konsep Biaya
  2. Klasifikasi Biaya
  3. Metode Pengumpulan & Penentuan Harga Pokok Produk
Mahasiswa dapat menjelaskan :
  1. Konsep biaya dan perlunya akuntansi biaya
  2. Pengklasifikasian biaya dipandang dari beberapa segi
c) Metode pengumpulan dan penentuah HPP dengan Full Costing dan Variabel Costing
1
2
3
4
5
6
3
METODE HARGA POKOK PESANAN
Memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai metode harga pokok produk yang ditentukan atas dasar pesanan dengan pendekatan full costing
  1. Konsep Harga Pokok Pesanan
  2. Manfat Informasi Harga Pokok Pesanan.
  3. Metode Harga Pokok Pesanan
Mahasiswa dapat menjelaskan :
  1. Konsep dasar penentuan harga pokok pesanan
  2. Manfaat informasi yang dapat diperoleh dari harga pokok pesanan.
  3. Metode penentuan harga pokok pesanan produk yang diolah melalui satu / beberapa departemen.
1
2
3
4
5
6
4
5
METODE HARGA POKOK PROSES
Memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai dasar penentuan harga pokok produk berdasarkan proses produksi secara umum baik melalui satu departemen produksi maupun lebih.
  1. Konsep Harga pokok Proses.
  2. Manfaat Informasi Harga Pokok Proses
  3. Metode Harga Pokok Proses
  4. Pengaruh Produk yang hilang, rusak dan cacat.
  5. Metode penentuan Persediaan Produk Dalam Proses Awal
Mahasiswa dapat menjelaskan :
  1. Konsep dasar penentuah harga pokok proses
  2. Manfaat informasi yang dapat diperoleh dari harga pokok proses
  3. Metode harga pokok proses
  4. Perlakuan terhadap produk yang hilang, rusak dan cacat pada awal dan akhir suatu proses
  5. Metode penentuan persediaan produk dalam proses awal, baik menggunakan metode rata-rata tertimbang harga pokok produk berdasar aktivitas dan kapan digunakannya.
1
2
3
4
5
6
6
PENENTUAN KOS VARIABEL
Memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai penentuan harga pokok variabel yang informasinya sangat bermanfaat bagi manajemen dalam perencanaan dan pembuatan keputusan jangka pendek.
  1. Definisi Harga Pokok Variabel
  2. Perbandingan Harga Pokok Variabel dengan Full Costing
  3. Manfaat Informasi Harga Pokok Variabel
  4. Penentuan Harga Pokok Variabel
Mahasiswa dapat menjelaskan :
  1. Pengertian, manfaat dan pandangan harga pokok varaibel
  2. Perbedaan antara harga pokok variabel dan Full Costing.
  3. Manfaat informasi yang dapat diperoleh dari penentuan harga pokok variabel
  4. Penentuan harga pokok variabel
1
3
4
5
6


7
BIAYA OVERHEAD PABRIK
Memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai konsep dasar BOP, penentuan tarif, pengumpulan biaya overhead pabrik dan alisis selisisihnya
  1. Penggolongan, penentuan dan Pembebanan BOP
  2. Pengumpulan BOP Sesungguhnya
  3. Perlakuan terhadap selisih BOP
Mahasiswa dapat menjelaskan :
  1. Penggolongan, penentuan dan pembebanan BOP ke dalam harga pokok produk
  2. Pengumpulan BOP Sesungguhnya.
  3. Perlakuan selisih BOP

1
2
3
4
5
6
8
9
DEPARTEMENTALI -
SASI BIAYA OVERHEAD PABRIK
Memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai atarif biaya overhead pabrik dalam perusahaan yang mengolah produknya melalui beberapa departemen produksi dan tarif biaya overhead pabrik per departemen produksi tersebut
  1. Penentuan Tarif Biaya Overhead Pabrik
  2. Penyusunan Anggaran Biaya Overhead Pabrik
  3. Metode Alokasi Biaya Overhead Pabrik
  4. Analisis selisih biaya overhead pabrik dan perlakuan akauntansi terhadap selishnya
  5. Penentuan biaya overhead pabrik dengan metode penentuan harga pokok variabel.
Mahasiswa dapat menjelaskan :
  1. Penentuan tarif biaya overhead pabrik
  2. Penyusunan anggaran biaya overhead pabrik
  3. Metode pengalokasian biaya overhead pabrik
  4. Penentuan biaya overhead pabrik dengan metode penentuan harga pokok variabel.

1
2
3
4
5
6
10
BIAYA BAHAN BAKU DAN BIAYA TENAGA KERJA
Memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai unsur-unsur biaya yang membentuk harga pokok bahan baku yang dibeli dan biaya tenaga kerja serta penentuan biaya yang dipakai dalam produksi
  1. Konsep Dasar Biaya Bahan Baku dan Biaya Tenaga Kerja
  2. Penentuan Biaya Bahan Baku dan Biaya Tenaga Kerja
  3. Masalah-masalah khusus
Mahasiswa dapat menjelaskan :
  1. Konsep dan pengertian biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja
  1. Penentuan biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja
  2. Masalah - masalah khusus yang berhubungan dengan biaya bahan baku (sisa bahan, produk rusak dan produk cacat) serta biaya tenaga kerja (set up time dan idle time)
1
2
3
4
5
6


M A T E R I
S E T E L A H
M I D - T E S T

11
12
HARGA POKOK PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN
Memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai konsep dasar produk bersama dan produk sampingan serta perlakuan akuntansinya
  1. Konsep Dasar Biaya Bersama & Produk Sampingan
  2. Akuntansi Produk Bersama & Produk Sampingan
Mahasiswa dapat menjelaskan :
  1. Konsep Dasar dan pengertian harga pokok produk bersama dan produk sampingan
  2. Perlakuan akuntansi terhadap produk bersama dan produk sampingan
1
2
3
4
6
13
SISTEM BIAYA TAKSIRAN
Memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai pengumpulan biaya produksi yang ditentukan dimuka, yang salah satu tujuannya adalah untuk pengendalian biaya
  1. Konsep Dasar Sistem Biaya Taksiran
  2. Penentuan Biaya Taksiran
  3. Perlakuan Akuntansi Terhadap Biaya Taksiran
Mahasiswa dapat menjelaskan :
  1. Konsep dasar dan pengertian sistem biaya taksiran
  2. Penentuan biaya taksiran
  3. Perlakuan akuntansi terhadap biaya taksiran
1
2
3
4
6
14
SISTEM BIAYA STANDAR
Memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai konsep biaya standar, manfaat system biaya standar di dalam pengendalian biaya dan analisis selisih biaya sesungguhnya dan biaya standar.
  1. Konsep Dasar Sistem Biaya Standar
  2. Penentuan biaya standar
  3. Analisis selisih biaya produksi dan perlakuan akuntansi terhadap selisihnya.
Mahasiswa dapat menjelaskan :
  1. Konsep dasar dan pengertian sistem biaya standar
  2. Penentuan biaya standar
  3. Analisis selisih biaya produksi dan perlakuan akuntansi terhadap selisihnya.
1
2
3
4
6


Pustaka :
1. Hammer & Usry, 1994, ‘Cost Accounting’, South Western Publishing
2. Horngren, Charles T., 1991, ‘Cost Accounting’, Prentice Hall
3. Ibnu Subiyanto, 1993, ‘Akuntansi Biaya’, Jakarta, Gunadarma
4. Mulyadi, 1993, ‘Akuntansi Biaya’, Yogyakarta : BP STIE YKPN
5. Mardiasmo, 1994, ‘Akuntansi Biaya’, Penentuan HPP, Yogyakarta : Andy Offset
6. Supriyono, 1993, ‘Akuntansi Biaya’, Perencanaan & Pengendalian Biaya 1&2, Yogyakarta : BPFE


Komunikasi Bisnis (Kumpulan Soal UAS - Genap 201314 - TN)






  1. Seseorang bisa saja memiliki ide yang luar biasa bagus, namun itu tidak akan berarti apa-apa bagi karirnya ataupun perusahaan tempatnya bekerja jika ia tidak dapat menyampaikan ide tersebut dengan jelas dan persuasive. Untuk itu, jelaskan lima karakteristik dari komunikasi yang efektif.
  2. Dalam berkomunikasi bisnis, etika harus di  utamakan. Menurut saudara, apa yang dimaksud dengan ethical communications? Apa pula yang membedakan antara ethical dilemma dengan ethical lapse, sertakan contohnya.
  3. Sebagai pebisnis, bekerja dalam tim merupaka hal yang tak terelakkan. Jelaskan apa saja keuntungan dan kelemahan dari bekerja bersama tim.
  1. Pebisnis saat ini sering melakukan transaksi lintas budaya, sehingga keterampilan lintas budaya menjadi sangat dibutuhkan. Jelaskan pentingnya memahami variasi budaya dan uraikan empat kategori yang terdapat dalam perbedaan budaya tersebut.
  2. Dalam menyusun pesan-pesan bisnis, ada tiga tahap yang diperlukan agar pesan tersebut efektif , yaitu planning, writing dan completing. Jelaskan tiga tahap tersebut !
  3. Jelaskan faktor-faktor apa saja yang harus dipertimbangkan seorang penyampai pesan dalam memilih media yang digunakan agar pesannya efektif.
  4. Dalam tahap writing, seorang penyampai pesan disarankan menggunakan “you” attitude. Jelaskan apa yang dimaksud dengan “you” attitude dan mengapa hal ini penting agar pesan yang disampaikan menjadi efektif. 
  5. Dalam menjalankan komunikasi bisnis terkadang pelaku bisnis juga harus menyampaikan surat yang pesannya berisi informasi yang negatif. Namun sebagai pelaku bisnis yang baik dam berkomunikasi, mereka dituntut untuk menyampaikan informasi yang negative tersebut melalui media dan pendekatan yang terbaik sehingga menimbulkan kesan yang baik dan positif baik bagi pengirim maupun penerima pesan. Pada lampiran soal terdapat contoh dua buah surat penolakan lamaran pekerjaan disampaikan oleh Direktur SDM Earns & Young, Roberto Carlos kepada seorang pelamar, Mario Lopez melalui e-mail.
  6. Dalam komunikasi bisnis , ketika menyampaikan pesan negative kepada kliennya, pelaku bisnis yang baik harus tahu kapan saat ia menggunakan pendekatanlangsung  (direct) dan kapan saat ia menggunakan pendekatan tidak langsung (inderect). Sebutkan alasan mengapa pengirim pesan sebaiknya menggunakan pendekatan direct dan indirect dalam menyampaikan pesan negative.
  7. Expressive e-mail yang menunjukan ketidakpuasan. Pernahkah anda atau perusahaan dimana tempat anda bekerja mendapatkan suatu pengalaman yang benar-benar tidak memuaskan ketika anda atau perusahaan anda membeli sebuah produk atau jasa dan menggunakannya. Dan sekali lagi sebagai pelaku bisnis yang baik , dalam berkomunikasi anda dituntut dapat menyampaikan pesan ekspresi ketidakpuasan anda dengan cara yang baik sehingga menimbulkan kesan yang baik dan positif bagi kedua belah pihak. Buatlah sebuah e-mail yang persuasif tentang ekspresi ketidakpuasan anda pada suatu kasus tertentu. Spesifikasikan yang anda inginkan bagi pembaca e-mail anda.
  8. Dalam komunikasi bisnis terkadang perusahaan mengalami suatu peristiwa yang menuntut pihak perusahaan untuk menyampaikan permohonan maaf kepada kliennya, namun ada pihak-pihak yang pro dan kontra terhadap perlunya pernyataan permohonan maaf yang disampaikan oleh pihak perusahaan tersebut kepada kliennya. Menurut anda apakah pihak perusahaaan perlu membuat surat permohonan maaf secara langsung kepada kliennya apabila memang pihak perusahaan yang bersalah yang terkadang pesan tersebut harus disampaikan dalam kolom surat pembaca pada surat kabar? Jelaskkan pendapat anda.

Pengantar Manajemen (Kumpulan SOAl UAS Genap 201314- TN)




A. Soal Essay
    Sebagai seorang manajer yang mempunyai latar belakang pendidikan Statistika, Mr. Sam ingin melihat efektivitas proses manajemen yang dijalankannya dengan melakukan penelitian secara sederhana. Dia mengumpulkan data kinerja dari setiap fungsi manajemen yang dikumpulkan dengan suatu cara penilaian tertentu. Aspek yang dinilai yaitu kinerja setiap bawahannya dalam menjalankan aktivitas Planning (P), Organizing (O), Leading (L), dan Controlling (C).
    Sebelum melakukan dan mengumpulkan data, Mr. Amir menyiapkan segala sesuatu yang sekiranya akan mendukung atau meningkatkan pemahamannya dalam proses manajemen. 

  1. Soal 1 
    Berkenaan dengan sebuah informasi, ada sebuah istilah yang sering disebutkan yaitu ‘information richness’. Jelaskan apa yang dimaksud dengan istilah tersebut! 

  2. Soal 2 
    Mr. Amir juga dalam melaksanakan tugas dan aktivitas di perusahaan tersebut tidak hanya ingin sebatas menjalankan rutinitas sebagai seorang manajer tetapi ingin dianggap sebagai pemimpin seutuhnya oleh para bawahannya. Apa sebenarnya perbedaan antara Manajer dan Pemimpin? 

  3. Soal 3 
    Untuk mengelola kinerja bawahannya, bagaimana dia memilih aspek yang diukur dan melakukan penilaian kinerja mereka? 

  4. Soal 4 
    Untuk dapat menjalankan roda organisasi sesuatu dengan harapan, Mr. Amir juga harus mampu mengelola setiap conflict yang muncul dalam organisasinya. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Organization Concflict dan bagaimana pengaruhnya kepada organisasi? 

  5. Soal 5 
    Jelaskan pula, bagaimana aspek Teknologi informasi akan mampu membantu pencapaian target organisasi dengan lebih effisien! 



    B. Soal Kasus
  1. Analisis data yang comprehensif!
    Dari penelitian yang Mr. Sam lakukan diperoleh data seperti yang ada dalam tabel berikut. Sebagai seorang Statistika, apa saja yang dapat digali dari hasil penelitian tersebut? [Note: Range nilai adalah dari 0 s.d. 100]

No
Jenis Kelamin
Planning
Organizing
Leading
Controlling
1
Laki - laki
50
30
15
5
2
Perempuan
40
20
25
15
3
Laki - laki
35
25
30
10
4
Perempuan
15
35
40
10
5
Laki - laki
40
15
25
20
6
Perempuan
10
30
40
20
7
Laki - laki
60
20
10
10
8
Perempuan
50
15
15
20
9
Laki - laki
10
30
30
50
10
Perempuan
30
20
20
30